Dilaporkan ke Polisi karena Utang
Ini Hak Anda Menurut KUHAP Baru

Dilaporkan ke Polisi karena Utang Belum Tentu Dipenjara
Pinjaman dua puluh juta rupiah untuk modal warung lancar dicicil beberapa bulan, sampai dagangan sepi dan pembayaran berhenti. Tak lama kemudian datang surat dari kantor polisi. Pemberi pinjaman melaporkan Anda dengan tuduhan penipuan. Banyak orang yang dilaporkan ke polisi karena utang langsung membayangkan sel tahanan, padahal utang lahir dari perjanjian. Peminjam yang tidak menepati janji melakukan apa yang dalam hukum perdata disebut wanprestasi atau ingkar janji, dan penyelesaiannya ada di jalur perdata. Pemberi pinjaman dapat menagih, mengirim teguran tertulis yang disebut somasi, lalu bila perlu menggugat ke pengadilan negeri agar utang dibayar berikut ganti ruginya. Undang-Undang tentang Hak Asasi Manusia juga melarang pengadilan menjatuhkan pidana penjara atau kurungan kepada seseorang dengan alasan ia tidak mampu memenuhi kewajiban dalam perjanjian utang piutang. Larangan itu ditujukan kepada pengadilan yang menjatuhkan hukuman, bukan kepada orang yang melapor. Karena itu, laporan pemberi pinjaman tetap sah diterima dan penyidik tetap boleh memeriksa, sebab yang dicari adalah ada tidaknya tipu muslihat ketika uang itu diminta. Tulisan ini mengacu pada KUHP dan KUHAP baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026.

